Dilema Pelaku Usaha Kecil Mendapatkan Investor

Menjadi pebisnis pemula yang merintis Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia memang harus kreatif mendapat investor untuk mengembangkan bisnisnya.

Para pengusaha yang berada langsung di lapangan hampir selalu harus memutar otak untuk mengembangkan usaha. Ketika pengembangan usaha UKM membutuhkan bantuan modal, banyak kendala di lapangan.

Berikut ini berbagai kendala nyata di lapangan, antara berbagai janji dan kenyataan:

Pertama, pemerintah selalu menjanjikan UKM mudah mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank pemerintah atau swasta.

Kenyataan: bank-bank pemberi KUR hanya memberikan KUR pada usaha yang telah jalan dua tahun. Tidak hanya itu UKM harus punya sertifikat rumah. Bank tidak mau menerima kalau hanya sertifikat tanah sebagai jaminan, harus ada bangunan.

Otomatis, berapa banyak UKM yang memiliki sertifikat? Kalau pun sudah jalan usahanya dua tahun, juga belum tentu dapat kredit, karena rumah kalau masih kontrak juga tidak bisa mendapat kredit. Akhirnya para pengusaha baru dan pebisnis pemula pun gigit jari, hanya bisa bermimpi dapat KUR. Itu kenyataannya ya.

Kedua, kalau UKM berusaha mencari modal dari para investor, pemerintah sudah menakut-nakuti calon investor dengan kalimat “Hati-hati investasi bodong”. Lalu ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tampaknya sangat galak jika ada pengusaha kecil yang berusaha mendapatkan investasi dari orang-orang yang memang kelebihan dana untuk diinvestasikan.

Pertanyaannya: OJK punya syarat-syarat yang sangat ketat bagi perusahaan yang mau menarik investasi. Lalu, UKM yang untuk mencari tambahan modal di bank saja susah, apa bisa memenuhi syarat-syarat OJK untuk menghimpun dana investasi untuk mengembangkan usahanya?

Itulah yang membuat prihatin: UKM itu susah dapat dana dari bank, UKM juga tak mungkin memenuhi syarat-syarat OJK untuk dapat mendapat dana investasi.

Ketiga, dengan berbagai kondisi itu, UKM harus berjuang sendiri, seakan-akan tak punya negara atau pemerintah yang mau memahami kesulitan itu. Ya memang, para pemilik usaha kecil harus berjuang sendiri. Tidak usahlah lagi bergantung pada pemerintah atau janji-janji pemerintah. Sejak siapapun presidennya, UKM tetap sengsara. Tidak jaman Suharto, SBY, atau bahkan Jokowi saat ini.

Ya, data yang dimunculkan di media massa memang indah. KUR mencapai triliunan rupiah, tapi kami yang ada di lapangan tentu tahu, yang dapat dan yang tidak dapat lebih banyak yang tidak bisa mendapatkan KUR.

Bagi para UKM yang kreatif, mereka boleh dong bermimpi indah melakukan crowdfunding atau pendanaan bersama dari banyak investor. Tapi tolong ya, pemerintah, atau OJK jangan terlalu curiga pada crowdfunding yang dilakukan UKM-UKM yang berjibaku sendiri tanpa bantuan bank, pemerintah, atau pun janji-janji muluk itu.

Crowdfunding yang dilakukan para pemilik UKM juga tidak muluk-muluk, tidak seperti investasi-investasi bodong itu. Investasi yang ditawarkan UKM cukup realistis, dengan menjanjikan keuntungan sekitar 20% per tahun itu masih sangat masuk akal. Bank saja kalau memberi bunga deposito atau reksadana sekitar 10-15% per tahun.

Kami juga mendorong para investor di Indonesia untuk lebih peduli pada UKM-UKM. Daripada uang Anda mengendap di bank jadi deposito atau reksadana, lebih baik digunakan untuk membantu banyak UKM yang hingga saat ini lebih banyak yang berjibaku dan tidak tersentuh oleh bantuan bank atau pemerintah. Bukannya mereka tidak mencoba ke bank, atau mencoba KUR, tapi apa daya, syarat-syaratnya juga terlalu susah, bahkan sampai artikel ini kami rilis.

Dengan bagi hasil sekitar 15-20% per tahun, Anda tetap mendapat untung yang sama kalau Anda menanam uang di deposito atau reksadana. Tapi lihatlah dampak yang bisa Anda berikan pada para pengusaha kecil yang siap membanting tulang siang dan malam untuk mengembangkan usahanya.

Saat ini kami juga berupaya mendorong crowdfunding untuk semakin populer bagi para pelaku usaha kecil. Tentu sekali lagi perlu DIINGAT YA, crowdfunding bukan investasi bodong atau abal-abal yang menjanjikan keuntungan hingga 10% per bulan. Kalau Anda ditawari keuntungan 10% per bulan, itu memang mencurigakan dan patut Anda tolak.

Tapi untuk crowdfunding yang ditujukan untuk membantu para pelaku UKM, 15-20% per tahun itu sangat realistis! Jadilah para investor malaikat yang membantu mengembangkan UKM-UKM yang tak tersentuh kepedulian bank. Saya yakin, ada jutaan UKM semacam itu di penjuru Indonesia. Bantulah mereka!

Wahai pemerintah, bankir, para konglomerat, pengusaha besar, banyak UKM yang membutuhkan uluran tangan Anda. Jangan hanya menebar keindahan janji-janji kredit murah, KUR gampang, lihat di lapangan langsung…

Wahai warga Indonesia, kalau ingin membangun jiwa entrepreneur di Indonesia, bantulah jutaan UKM yang masih terpinggirkan… Buka mata dan telinga Anda. Lihat di sekeliling Anda… Bantu mereka…

Jadilah bagian dari Crowdfunding untuk para pelaku usaha kecil itu. Jangan khawatir, Anda akan tetap dapat bagi hasil. Anda dapat membantu para pemilik UKM itu membangun usaha dengan jerih keringat mereka. Anda bahkan saya jamin, akan semakin KAYA dengan membantu mereka.

Kebahagiaan itu ada ketika Anda membantu orang lain, para pelaku UKM bangkit dan tumbuh besar. Itulah kebahagiaan sejati yang bisa Anda dapatkan!

Semoga artikel ini bermanfaat. Untuk menjadi bagian dalam gerakan crowdfunding kami, silakan kontak 081288851177 atau email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Silakan klik tombol di bawah untuk turut dalam crowdfunding kami:

the amount of investment

Save