Lima Manfaat Tanaman dalam Rumah

 

Tanaman sudah mulai diletakkan di dalam rumah sejak awal era Yunani dan Romawi. Era Viktoria dikenal dengan tanaman palm dalam pot dan era 1970-an sangat tersohor tanaman fern dan spider.

Di zaman sekarang, orang lebih menyukai tanaman yang ringan dengan warna hijau, seperti succulent dan jenis lainnya. Yang pasti tanaman di dalam rumah sudah menjadi tren sejak dulu.

Jelas manfaat meletakkan tanaman dalam rumah sangat banyak. Tanaman tidak hanya benda dekorasi tapi manfaat kesehatan untuk manusia sangat banyak. Jika Anda belum yakin, silakan cermati berbagai manfaat berikut ini:

1. Membantu Pernapasan

Saat manusia bernafas, kita menghirup oksigen ke dalam tubuh dan mengeluarkan karbondioksida. Saat fotosintesis pada tanaman, mereka melakukan sebaliknya, menghirup karbondioksida dan melepaskan oksigen. Itu artinya, manusia dan tanaman merupakan teman yang hebat dalam mengolah gas. Tanaman membantu meningkatkan kadar oksigen dan tubuh kita sangat menyukainya.

Meski demikian perlu diketahui, saat proses fotosintesis berhenti pada malam hari, sebagian besar tanaman menyerap oksigen dan melepas karbondioksida. Namun Anda tak perlu khawatir, beberapa jenis tanaman, seperti anggrek, succulent dan epiphytic bromeliad tak melakukan hal itu, alias tetap menyerap karbondioksida dan melepas oksigen. Artinya, meletakkan tanaman ini di kamar tidur akan tetap menjaga meningkatkan aliran oksigen pada malam hari.

2. Membantu Mencegah Penyakit

Jika di luar rumah, akar tanaman menyerap air dari tanah yang kemudian dilepaskan ke udara melalui daunnya dalam proses transpirasi. Studi menunjukkan, transpirasi tanaman ini menyumbang 10% kelembaban di atmosfer.

Situasi yang sama terjadi di rumah kita jika kita meletakkan tanaman di dalam rumah. Bedanya, tanaman dalam rumah mengambil air di dalam pot. Melalui proses transpirasi itu kelembaban di dalam rumah tetap normal.

Fungsi tanaman sebagai pengatur kelembaban ini sangat terasa saat musim kemarau. Menurut Bayer Advanced, studi di Agricultural University of Norway menyatakan, menggunakan tanaman di dalam rumah mengurangi masalah kulit kering, influenza, radang tenggorokan dan batuk kering. Riset lain mengungkapkan, kelembaban yang tinggi dapat mengurangi daya tahan dan penyebaran virus influenza. Jadi jika Anda sering sakit flu, letakkan tanaman dalam rumah.

3. Tanaman Membersihkan Udara

Badan antariksa Amerika Serikat (NASA) telah melakukan banyak riset tentang kualitas udara di lingkungan tertutup. Riset NASA menemukan konsep baru untuk memperbaiki kualitas udara dengan melibatkan peran penting tanaman.

“Daun dan akar tanaman berguna dalam mengurangi tingkat racun di dalam gedung yang sangat tertutup. Bahan kimia kadar rendah seperti karbon monoksida dan formaldehyde dapat dihilangkan dari dalam ruangan hanya dengan daun tanaman,” papar riset NASA.

Menurut riset NASA, tanaman menghilangkan racun dari udara hingga 87% komponen organik berbahaya (VOC) setiap 24 jam. VOC termasuk substansi seperti formaldehyde yang ada dalam asap rokok, kantung plastik, vinyl; benzene dan trichloroethylene yang ada dalam serat buatan, tinta, pelarut dan cat. Benzene banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi di ruangan dengan banyak buku dan kertas dengan cetakan.

Dalam gedung yang tertutup, VOC terkurung di dalamnya. Riset NASA menmukan, tenaman membersihkan VOC yang ada di udara dengan menariknya dalam tanah, kemudian mikroorganisme di akar mengubah VOC menjadi makanan untuk tanaman tersebut.

NASA menyatakan, saat membicarakan hubungan antara tanaman dan pelancong antariksa, tanaman menyediakan nutrisi bagi tubuh saat dimakan sebagai makanan. Tanaman juga memperbaiki kualitas udara dalam ruangan. Tanaman menyerap karbondioksida dari udara untuk memproduksi oksigen yang dihirup manusia.

Ada 10 tanaman yang bagus untuk menghilangkan polutan dalam ruangan, menurut NASA, yakni: Peace lily (Spathiphyllum wallisii), golden pothos (Scindapsus aures), English ivy (Hedera helix), chrysanthemum (Chrysantheium morifolium), gerbera daisy (Gerbera jamesonii), lidah mertua (Sansevieria trifasciata 'Laurentii'), bambu (Chamaedorea sefritzii), azalea (Rhododendron simsii), red-edge dracaena (Dracaena marginata) dan spider plant (Chlorophytum comosum).

Para peneliti NASA juga merekomendasikan satu pot tanaman per 100 kaki persegi di dalam ruangan.

4. Mempercepat Penyembuhan dari Sakit

Membawa bunga atau tanaman saat mengunjungi pasien di rumah sakit sangat dianjurkan karena dapat membantu pemulihan pasien yang baru menjalani operasi atau bedah. Studi menunjukkan, tanaman merupakan pelengkap pengobatan yang murah dan efektif.

Tanaman sebagai obat itu merupakan hasil studi Kansas State University. Mereka menemukan, melihat tanaman selama pemulihan dari operasi memperbaiki respon fisiologik yang dibuktikan dengan turunnya tekanan darah dan berkurangnya tingkat rasa sakit, kekhawatiran dan demam, dibandingkan pasien yang tak ada tanaman dalam ruangan mereka.

Teknik lain untuk mengurangi waktu pemulihan dari sakit, menurut Texas A&M University ialah terapi hortikultura yakni pasien diberi tugas untuk merawat tanaman. Pasien yang secara langsung fisiknya berinteraksi dengan tanaman mengalami pemulihan lebih cepat dibandingkan pasien yang tidak melakukannya.

Studi lain oleh Agricultural University of Norway menunjukkan tingkat sakit berkurang hingga lebih 60% dalam ruangan dengan tanaman.

5. Membantu Anda Bekerja dan Belajar Lebih Baik

Bagaimana bisa? Sejumlah studi dengan para pelajar dan pekerja menunjukkan studi dan bekerja di ruangan dengan tanaman dapat memiliki efek yang sangat dramatis. Dengan berada di alam, atau dikelilingi tanaman, dapat meningkatkan konsentrasi, memori dan produktivitas. Menjadi “dalam pengaruh tanaman” dapat meningkatkan kemampuan memori hingga 20%, menurut studi University of Michigan.

Dua studi oleh peneliti Norwegia menemukan, produktivitas pekerja meningkat dengan adanya tanaman dalam kantor. “Menempatkan tanaman di rumah dan tempat kerja dapat meningkatkan memori dan konsentrasi. Kinerja di ruangan dengan tanaman memiliki kualitas yang lebih tinggi dan tingkat akurasi lebih tinggi dibandingkan bekerja tanpa keberadaan tanaman,” ungkap hasil penelitian Texas A&M.

Studi The Royal College of Agriculture di Circencester, England, Inggris menemukan, pelajar atau mahasiswa memiliki perhatian 70% lebih baik saat diajar dalam ruangan dengan tanaman di dalamnya. Studi yang sama menunjukkan, tingkat kehadiran mahasiswa lebih tinggi untuk kuliah yang dilakukan dalam ruangan dengan tanaman.

Berapa Banyak Tanaman?

Ada berbagai rekomendasi berdasarkan kebutuhan Anda.

1. Untuk Memperbaiki Kesehatan dan Mengurangi Stres serta Kelelahan

Letakkan satu tanaman besar, pot dengan diameter 8 inchi atau lebih besar lagi, per ruangan dengan luas 129 kaki persegi. Jika ruangan lebih besar, Anda dapat menambahkannya berdasarkan perhitungan tersebut. Di kantor atau ruang kelas, letakkan tanaman sehingga setiap orang memiliki pemandangan hijau saat melihat.

2. Untuk Membersihkan Udara

Gunakan 15 hingga 18 tanaman dalam pot dengan diameter 8 inci untuk rumah seluas 1.800 kaki persegi. Atau satu tanaman besar untuk setiap 100 kaki persegi ruangan. Hasil serupa dapat diperoleh dengan dua tanaman kecil dengan pot berdiameter 4 hingga 5 inchi.

Ingat, agar berhasil dengan tanaman dalam rumah, Anda harus menempatkan tanaman yang tepat dengan kondisi untuk pertumbuhannya. Untuk ruangan dengan pencahayaan terang atau redup, jenis tanamannya akan berbeda.

Anda dapat meletakkan tanaman seperti berbagai jenis microgreen, rumput gandum, succulent, angrek, dan lumut di dalam rumah Anda karena tanaman ini sangat bagus dan mudah perawatannya. Khusus untuk microgreen dan rumput gandum, Anda dapat mengonsumsinya pada umur 15 hari, kemudian Anda dapat menanamnya lagi.

Dengan menanam rumput gandum dan microgreen, Anda mendapat aktivitas menanam yang juga menyehatkan jiwa dan mengaitkan kita dengan alam. Selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Untuk mendapatkan benih rumput gandum dan microgreen, silakan hubungi 081288851177.